Sunday, 10 April 2011

Remembering the Chosen One - The Prophet Muhammad - Sh. Yahya Rhodus, Sh. Ibrahim Osi-Efa, & Mufti Muhammad ibn Adam - Video

Recorded live at Remembering al-Mustafa event held by The Ribat Institute at St Columba’s house in Woking, England, on 25th of February 2011, 22 Rabi al-Awwal 1432, with Sh. Yahya Rhodus, Sh. Ibrahim Osi-Efa, & Mufti Muhammad ibn Adam.
 1. Shaykh Ibrahim Osi-Efa

2. Mufti Muhammad ibn Adam:

3. Shaykh Yahya Rhodus



Tuesday, 5 April 2011

Qad kafani ‘Ilmu Rabbi ( قد كفاني علم ربي )

قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي
Cukup bagiku pengetahuan Tuhanku
مِنْ سُؤَالِي وَاخْتِيَارِي
Daripada permintaan dan usahaku
فَدُعَـائِي وابْتِهـَالِي
Doa serta permohonanku
شَـاهِدٌ لِي بِافْتِقَارِي
Sebagai bukti pada kefakiranku
فَلِهَذَا السِّرِّ أَدْعُـو
Oleh kerana rahsia itu aku berdoa
فِي يَسَارِيْ وَعَسَارِي
Pada saat aku senang dan susah
أَنَا عَبْدٌ صَارَ فَخْرِي
Aku adalah hamba, menjadi kebanggaanku

ضِمْنَ فَقْرِي وَاضْطِرَارِي
Dalam kefakiran dan keperluanku
يَا إِلَـهِي وَمَلِيْـكِي
Wahai tuhanku yang memiliki aku
أنْتَ تَعْلَمُ كَيْفَ حَالِي
Kau Maha tahu akan keadaanku
وَبِمَا قَدْ حَـلَّ قَلْبِـي
Dan apa yang berada dalam hatiku
مِنْ هُمُوْمٍ وَاشْتِغَالِـي
Dari kesedihan dan kesibukanku
فَتَـدَارَكْنِي بِلُطْفٍ
Maka tolonglah aku dengan kelembutan
مِنْكَ يَا مَوْلَى الْمَوَالِي
Dari-Mu Wahai Tuhan seluruh hamba
يَا كَرِيْمَ الْوًَجْهِ غِثْنِي
Wahai yang Maha Pemurah tolonglah hamba
قَبْلَ أنْ يَفْنَى اصْطِبَارِي
Sebelum lenyap kesabaran hamba
يَا سَرِيْعَ الْغَوْثِ غَوْثًا
Wahai pemberi pertolongan dengan segera
مِنْكَ يُدْرِكْنَا سَرِيْعًا
Berilah kami dengan segera pertolongan-Mu
يَهْزِمُ الْعُسْرَ وَيَأْتِي
Yang dapat menghilangkan kesulitan dan dapat mendatangkan

بِالَّذِي نَرْجُو جَمِيْـعًا
Dengan apa-apa yang kami harapkan semua
يا قَرِيْـبًا يا مُجِيْـبًا
Wahai yang Maha dekat, dan menjawab
يا عَلِيْمًا يا سَمِيْـعًا
Wahai yang Maha mengetahui dan mendengar
قَدْ تَحَقَّقْتُ بِعَجْزِي
Aku mengaku akan kelemahanku
وخُضُوْعِي وانْكِسَارِي
Dan ketaatan serta kesedihanku
لَمْ أَزَلْ بِالْبَابِ وَاقِفْ
Aku sentiasa menunggu di hadapan pintu rahmat-Mu
فَارْحَمَنْ ربِّي وُقُوْفِي
Wahai Tuhanku berikanlah rahmat padaku
وبِوَادِي الْفَضْلِ عَاكِفْ
Pada lembah kurnia-Mu aku berada
فَأَدِمْ ربِّي عُكُـوْفِي
Wahai Tuhanku tetapkanlah keberadaanku disana
ولِحُسْنِ الظَّنِّ لاَزِم
Aku sentiasa mempunyai prasangka baik
فَهُوَ خِلِّي وحَلِيْفِي
Ia (prasangka baik) adalah teman dan kawanku
وأَنِيْسِي وجَلِيْسِي
Juga penyenang bagiku dan yang setia bersamaku
طُوْلَ لَيْلِي ونَهَارِي
Sepanjang malam dan siangku
حَاجَةً فِي النَّفْسِ يَا ربّ
Wahai Tuhanku, dalam jiwa ini terdapat hajat
فَاقْضِهَا يا خَيْرَ قَاضِي
Tunaikanlah Wahai yang Maha Menunaikan

وأَرِحْ سِرِّي وقَلْبِي
Tenteramkanlah rahsia dan hatiku
مِنْ لَظاَهَا والشُّوَاظِ
Dari kebimbangan dan pergolakannya
فَالْهَنَا والْبَسْطُ حَالِي
Sungguh aku akan berada dalam ketenteraman dan ketenangan

وشِعَارِي ودِثَارِي
Dan juga (ketenteraman dan ketenangan) menjadi pakaianku

JIKA & KETIKA

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia..
Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih..
Allah SWT sudah menghitung air matamu.

Ketika kau fikir bahawa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu terasa berjalan begitu saja..
Allah SWT sedang menunggu bersamamu.

Ketika kau fikir bahawa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi..
Allah SWT sudah punya jawabannya..

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan..
Allah SWT dapat menenangkanmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman temanmu terlalu sibuk untuk bertanya khabar..
Allah SWT selalu berada disampingmu.

Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yang tak kunjung datang..
Allah SWT mempunyai Cinta dan Kasih yang lebih besar dari segalanya dan Dia telah menciptakan seseorang yang akan menjadi pasangan hidupmu kelak.

Ketika kau merasa bahawa kau mencintai seseorang, namun kau tahu cintamu tak terbalas..
Allah SWT tahu apa yang ada didepanmu dan Dia sedang mempersiapkan segala yang terbaik untukmu.

Ketika kau merasa telah dikhianati dan dikecewakan..
Allah SWT dapat menyembuhkan lukamu dan membuatmu tersenyum.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan..
Allah SWT sedang berbisik kepadamu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban..
Allah SWT telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi..
Allah SWT sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Ingat di mana pun kau atau ke mana pun kau menghadap..
Allah SWT Maha Mengetahui.


Syukur Alhamdulillah

Mengapa Rasulullah dirinduikan dan dicintai?...

Tika ana mencari article mengenai Rasulullah, ana tertarik ngan tajuk diatas...Article ini di tulis oleh Jalaluddin Rakhmat http://ressay.wordpress.com/2007/03/17/mengapa-rasulullah-dirindukan-dan-dicinta terpanggil untuk membaca nya...tp tertangguh kerna sibuk mencari ini & itu, dengar ini & itu...akhirnya sebelum tidur...ana gagahkan juga untuk baca walaupun panjang...Rasenye tak rugi bagi mase sikit utk baca pasal Rasulullah..Lagipun bulan ni  bulan kelahiran Rasulullah...kalo bukan bulan kelahiran Rasulullah,pasti jugak tidak salah utk membacanya, kerna yg kite baca pasal Kekasih ALLAH...bagaimana diri ana tak rase rindu pada Rasulullah seperti sahabat, tak rase cinta pada Rasulullah seperti sahabat..malunya pada diri sendiri..kate rindu & kasih pada Rasulullah, tapi mampu kan ana seperti sahabat...
Akhirnya air mata ana mengalir kerna berasa malu pada diri ana , merasa malu pada sahabat merasa malu pada Rasulullah , kerna cinta & rindu ana tak setanding dengan sahabat...:(
Ya Rasulullah, Ya Taha, Ya Mustapha, Ya Habib, Ya Maulana...

Rasulullah itu adalah orang yang sangat dicintai oleh para sahabatnya, umumnya para sahabat mencintai Rasulullah Saw, walau ada sebagian sahabat yang diam-diam membenci Rasulullah. Tetapi mayoritas sahabat itu sangat mencintai Rasulullah Saw.
Pernah suatu malam Rasulullah mendengar suara beberapa orang di luar kamarnya, Rasulullah menegur: “Kenapa kalian berkumpul di sini?” lalu mereka menjawab: “Ya Rasulullah, kami tidak bisa tidur khawatir ketika kami tidur nanti, orang-orang kafir datang dan membunuhmu.” Mereka sukarela menjadi satpam Rasulullah Saw, datang sendiri, tidak dibayar. Tetapi Rasulullah Saw mengatakan, “Tidak, Allah melindungi aku, pulanglah kamu ke tempat kamu masing-masing.”
Ada seorang pedagang minyak wangi, di Madinah. Setiap kali pergi ke pasar, dia singgah dulu ke rumah Rasulullah Saw, dia tunggu sampai Rasulullah keluar. Setelah Rasulullah keluar, dia hanya mengucapkan salam lalu memandang Rasulullah saja, setelah puas dia pergi. Suatu saat setelah dia ketemu Rasululllah dia pergi, lalu tak lama kemudian balik lagi dari pasar dan dia datang kepada Rasulullah Saw dan meminta izin, “Saya ingin melihat engkau ya Rasulullah, karena saya takut tidak bisa melihat engkau setelah ini.” Dan Rasulullah mengizinkannya.
Kemudian, setelah kejadian itu Rasulullah tidak pernah melihat lagi tukang minyak wangi itu. Disuruhnya sahabatnya pergi melihat, ternyata ia sudah meninggal dunia tidak lama setelah dia pergi dari pasan dan memandang wajah Rasulullah Saw itu. Lalu kata Rasulullah Saw: “Kecintaannya kepadaku akan menyelamatkan dia di hari akhirat.”
Ada lagi seorang sahabat Rasulullah bernama Abu Ayyub Al-Anshari. Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau beristirahat dahulu di pinggiran kota menginap di rumah Abu Ayyub Al-Anshari. Rumahnya itu dua tingkat, Abu Ayyub dan istrinya di tingkat atas dan Rasulullah Saw di bawah. Pada malam hari Abu Ayub dan istrinya tidak bisa tidur karena mereka takut menggerakkan tubuhnya, semua terbujur seperti sebongkah kayu menahan dirinya untuk tidak bergerak. Mereka takut kalau bergerak, nanti debu-debu dari atas itu berjatuhan kepada Rasulullah. Setelah Rasulullah mengetahui hal itu, beliau sangat terharu lalu kepada Abu Ayub diajarkan sebuah doa sebagai penghargaan beliau atas cinta yang tulus dari Abu Ayub.
Dalam perang Uhud, ketika kaki Rasulullah terluka, ada seorang sahabat melihatnya lalu mengejar Rasulullah. Dia pegang kaki itu lalu dia bersihkan luka itu dengan jilatannya. Rasulullah kaget lalu berkata, “Lepaskan! Lepaskan!” Sahabat itu berkata: “Tidak Ya Rasulullah, aku tidak akan melepaskannya sampai luka ini kering!”
Ada lagi seorang sahabat, yang setelah Rasulullah meninggal dunia, membanggakan mulutnya yang tidak ada gigi lagi. Saat perang Uhud itu juga, Rasulullah cedera karena rantai pelindung kepalanya menusuk pipinya. Lalu seorang sahabat menarik rantai itu dengan giginya, tapi sebelum rantai itu keluar, seluruh giginya rontok. Dia bangga bahwa giginya itu berjatuhan karena membela Rasulullah yang dicintainya. Sehingga menjadi satu kebahagiaan tersendiri. Ini, sekali lagi masalah cinta, dan cinta itu selalu tidak wajar.
Ada satu contoh lagi kecintaan orang kepada Rasulullah Saw. Menjelang suatu peperangan, Rasulullah sedang membariskan pasukannya karena Rasulullah selalu merapikan barisan pasukannya. Ternyata ada seorang sahabat, mungkin karena perutnya terlalu besar, selalu perutnya itu berada di luar barisan. Kemudian Rasulullah lewat dan memukul perutnya itu agar dirapikan dengan barisan. Lalu sahabat itu memandang Rasulullah dan berkata: “Engkau diutus untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam, kenapa kau sakiti perutku?” Lalu Rasulullah turun dari kudanya, dan menyerahkan alat pemukul itu, lalu berseru: “Pukullah aku! Sebagai qishas atas kesalahanku.” Kemudian orang itu berkata: “Tapi engkau pukul langsung kepada kulit perutku.” Lalu Rasulullah segera membuka pakaiannya, tiba-tiba sahabat itu memeluk Rasulullah dan mencium perutnya. Rasulullah kaget dan berkata: “Ada apa denganmu?” Sahabat itu menjawab: “Ya Rasulullah, genderang perang sudah ditabuh, mungkin ini adalah saat terakhir perjumpaanku denganmu. Saya ingin sebelum meninggal dunia, sempat mencium perutmu yang mulia.”
Dan sahabat itu kemudian gugur di medan perang setelah mencium perut Rasulullah Saw. Rupanya ini hanya strategi dia agar bisa mencium perut Rasulullah Saw.
Kelak, setelah Rasulullah meninggal dunia, kecintaan para sahabat itu diungkapkan dengan kerinduan yang luar biasa kepada Rasulullah Saw.
Bilal yang selalu adzan semasa hidup Rasulullah tidak mau beradzan lagi setelah wafat Rasulullah karena Bilal tidak sanggup mengucapkan “Asyhadu anna Muhammad Rasululah” karena ada kata-kata Muhammad di situ. Tapi karena desakan Sayyidah Fatimah yang saat itu rindu mendengar suara adzan Bilal, dan mengingatkan beliau akan ayahnya. Bilal akhirnya dengan berat hati mau beradzan. Saat itu waktu Subuh, dan ketika Bilal sampai pada kalimat Asyhadu anna Muhammad Rasulullah, Bilal tidak sanggup meneruskannya, dia berhenti dan menangis terisak-isak. Dia turun dari mimbar dan minta izin pada Sayyidah Fatimah untuk tidak lagi membaca adzan karena tidak sanggup menyelesaikannya hingga akhir. Ketika Bilal berhenti saat adzan itu, seluruh Madinah berguncang karena tangisan kerinduan akan Rasulullah Saw.
Mengapa Rasulullah dirindukan atau dicintai? Itu bukan hanya karena Allah SWT membuka hati mereka untuk rindu, tetapi karena akhlak Rasulullah yang menarik kecintaan mereka. Dan akhlak itu adalah Sunnah. Sekiranya kita mencontoh akhlak beliau ini, pasti kitapun akan dicintai oleh banyak manusia. Tentu tidak oleh semua manusia, karena Rasulullah juga tidak dicintai oleh se ua manusia, tidak dicintai oleh semua sahabat dan tidak dicintai oleh semua makhluk. Tapi sekiranya kita mempraktekkan akhlak Rasulullah itu dalam pergaulannya dengan orang banyak, pasti kitapun akan menjadi manusia, yang dicintai oleh kebanyakan umat manusia.

Monday, 4 April 2011

I Can’t Explain You (Oh Messenger of God)

by Aaron Haroon Sellars

I could not write about you
For fear
Fear of your presence
And fear of
My hearts’ brittleness
That I might die
In this pursuit
Yet wishing to die
In this state of intoxicated love
This is the conflict within me
Language cannot explain
Except the language
Of tears and laughter
Even the molecules
Of my body
Shake and tremble
With awe and excitement!

I just can’t explain!
Oh Messenger of God!
I can’t explain you!

Sometimes I forget
To say “Prophet” before your name
Not from heedlessness
But from desirous haste
To just say your name!
Muhammad, Muhammad, Muhammad!

I just can’t explain!
Oh Messenger of God!
I can’t explain you!

Oh the mystery of how
You have captured my heart
As a Christian
I loved the Prophets
Before you
But with you
I get them all!
I can love
Abraham, Moses and Jesus
Just by loving you!
Without this love
Your nation falls
With it
They are purified and irresistible!
Let those who
Possess this love
Not be stingy
Take it to the marketplace!
The workplace
And especially the home

It’s hard to explain!
Oh Messenger of God!
I can’t explain you!

Seeing the land of your life
Causes some to live
And seeing your grave
Causes some to die
Nothing is more difficult
Than you

In my youth
I have written easily
My love for many
But when I encountered you
The translator of my heart
Fell mute
Lost in inexplicable wonder!

That is hard to explain!
Oh Messenger of God!
I can’t explain you!

You sacrificed for me
Before I was even born
How should I thank you
As I now walk upon the earth?
My heart holds your love
My tongue sends you blessings
But it is my limbs
That often fall short
All this controversy about you
A proof of the veil
On the hearts of your enemies
And a proof against those
Who only follow you with words
But don’t turn your face from me
As I reach for a drink
From your soft hands

Because it’s hard to explain!
Oh Messenger of God!
I can’t explain you!

I heard one of my teachers say that upon the poet is to write about the Messenger of God, may His peace and blessings be upon him. As a person who often writes things in a form that some call poetry, I have been haunted by the weight of this statement since hearing it!

I converted to the way of life called “Islam” because of an overwhelming sense of the divine origin and authority of the Quran and after a mere glimpse at the life of the Prophet Muhammad, may His peace and blessings be upon him.

So the feeling of love and debt is immense - yet every time I have tried to write something about him… I get stuck! I just sit there frozen with my pen hovering over a piece of paper that ultimately is left blank!

Then, one of my closest companions sent me a link to a YouTube video about the “Mahabbah Awards” which is a unique awards program done in the spirit of love for God and His Messenger.

Unexpectedly, this short and simple video clip opened a flash-flood of emotions and tears within me that I could not control or contain! I jumped up from my chair to try and regain my composure but felt a rumble inside like someone was boiling water in my chest! My knees started to buckle so I sat back down and felt a pressure in my head and heat in my heart that I knew from experience would lead to words!

“Finally!” I said to myself, I have a chance to say something about this amazing Messenger! I quickly grabbed my pen and an orange Post-it notes pad and started to scribble as fast as I could, the English translation of this stream of consciousness and love.
May the Giver of Gifts gift us with loving His beloved more than our own selves.

From the book, Ash-Shifa’ of Qadi ‘Iyad…
Anas said that a man came to the Prophet and asked, “When will the Last Hour come, Messenger of God?” He said, “What have you prepared for it?” He said, “I have not prepared a lot of prayer or fasting or charity for it, but I love God and His Messenger.” The Prophet said, “You will be with the one you love.” (al-Bukhari)

It is related that a woman said to A’isha (may Allah be pleased with her), “Show me the grave of the Messenger of God.” She showed it to her and the woman wept until she died

Sunday, 3 April 2011

Menjinakkan diri kedalam dunie blogger... Sebab?

Hari nie along telah terpengaruh dengan blog Dapur Tanpa Sepadan hasil tangan CMG...adeh tak tahan lah tenguk blog dia..
Tapi along tak la masuk entry kat blog nie utk masakan semata..almaklumlah mase dipenuhi dengan kerja & kuliyah yg dihadiri..sekiranya ade waktu lapang baru lah utk memasak..tp along buat ia sebagai wadah utk yg lain mengenali ALLAH & Rasulullah dengan lebih dekat...
Walaupun diri nie tak ler berapa banyak ilmu..tapi nk share lah ilmu yg tak seberapa nie...video yg last along nak share pada semua utk hari nie...dari kite dengar lagu yg "lagho" better kite dengar music cam  nie..at least rase cinta kite pada YG AGUNG makin bertambaah & cinta kite pada kekasih ALLAH... Rasulullah yg sentiasa mengingati umatnya walaupun di hujung nyawanya... jadi layaklah Baginda dirindui & di sayangi...


LOVE HIM (ALLAH) & Love Him our Prophet (PBUH)

يا إمام الرسل يا سندي Ya Imam


Video yg selalu along dengar...mengingati diri ini dengan Rasulullah...Mencintai baginda...

Dengar qasidah nie, badan boleh bergoyang...Miss Him... Bile agaknya dapat berjumpa dengan baginda...

Kek Labu Manis

Oleh sebab kat rumah ade labu...teringin ler nk membuat kek labu..Lagi pun labu nie Rasulullah suke...jadi terus lah along menjengah ke CMG...wow cantik nye cik  mat kite buat kek labu..hmm ape lagi teruslah along p buat..semangat tengok recipe kat CMG..

Kek nie masih dalam bekas pembakar lagi..cam nampak cantik..tp sebenarnya tak jadi..bile dipotong tak seperti gambar kat page CMG..cam nampak mampat sangat...tak tau ape yg terkurang or terlebih...
Ape nk buat along nie baru jer nk jinak2 masak kuih2 & kek nie..tak per lah ..InsyaALLAH nanti along akan cube lagi sampai jadi gambar seperti dibawah nie..

CMG kek labu

 CMG saya paparkan recepi kat blog saya yer..



BAHAN-BAHANNYA :-)
3 biji telur gred A
1 cawan minyak jagung (nak sedap guna mentega cair)
1 1/2 cawan gula halus
1 camca teh esen vanilla
1/4 camca teh garam
450 g labu, kupas kulit, kukus hingga lembut dan lecek halus
2 1/2 cawan tepung gandum *
1 camca teh soda bicarbinate*
1/2 camca teh baking powder*
1 1/2 camca besar susu tepung*(*digaul rata dan ayak)

CARA MEMBUATNYA :
  1. Lenser bund-pan dengan mentega, tabur tepung sedikit tepung gandum dan ketuk keluar lebihan tepung. Panaskan oven pada suhu 160C (jika anda menggunakan tin bewarna hitam macam dalam gambar tu, kalau tin biasa panaskan pada suhu 175C).
  2. Dalam satu bekas, satukan telur, gula, garam, minyak(@mentega cair), labu manis lecek dan esen vanilla, kacau hingga semua rata dan sebati menggunakan whisk.
  3. Masukkan tepung yang telah diayak tadi sedikit demi sedikit ke dalam no 2. Kacau hingga semua sebati dan adunan tidah berbintil2. Tuang dalam tin yang telah disediakan tadi. Bakar selama 50 minit hingga 1 jam. Bergantung pada oven masing2.
  4. Bila kek masak (uji kek dengan mencucuk lidi sate dibahagian tengah kek, jika keluar bersih tanda kek telah masak) keluarkan dari oven dan biar kan sejuk 10 minit. Keluarkan kek dari tin dan sejukkan sepenuhnya atas jaringan.
  5. Boleh dihidangkan atau nak lagi sedap, simpan semalaman, kek akan menjadi lebih lembap dan lembut


*lupe plak nk amik gambar yg dipotong..sebab frust kek tak jadi...